🦁 Persentase Gas Oksigen Berturut Turut Pada I Dan Ii Adalah
Senyawasenyawa oksida nitrogen mengandung nitrogen dengan komposisi senyawa I, II, dan III berturut-turut adalah 63,64%; 46,67%; dan 36,84%. b. Jika rumus kimia senyawa I adalah N2 O, bagaimanakah r
Padalaju alir biogas 0,015 l/s, persentase gas metana sebesar 59,14 % dan meningkat hingga pada laju 0.025 l/s menjadi 82,4% (gambar 2). Cod removal at two configuration of electrodes decrease with the lowest value as .
Tasyaamelya15Tasya@Tasyaamelya15Tasya. April 2019 1 35 Report. Rumus kimia air, gas hidrogen, dan gas oksigen berturut-turut. cimocimi27 Air = H2O. Gas Hidrogen = H2 (Karena gas di alam selalu berbentuk diatomik) Gas Oksigen = O2 (Alasan yg sama) 7 votes Thanks 10. More Questions From This User See All.
Persentasegas oksigen berturut turut pada (I) dan (II) adalah - 23973996 aini1626 aini1626 01.09.2019 Biologi Sekolah Menengah Pertama terjawab Persentase gas oksigen berturut turut pada (I) dan (II) adalah a.5,60 persen dan 0,56 persen b.5,69 persen dan 20,90 persen c.15,90 persen dan 0,56 persen d.20,90 persen dan 5,60 persen
Senyawabelerang dioksida jika direaksikan dengan gas oksigen akan menghasilkan senyawa belerang trioksida dengan persamaan reaksi berikut: Bila volume diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka perbandingan volume gas berturut-turut adalah . 1 : 1 : 1. 1 : 2 : 1.
persentasegas oksigen berturut turut pada ( I ) Dan ( II ) adalah…A. 5,60% Dan 0,56%B. 5,60% Dan - Covid Meningkat, Kota Bogor Alami Kelangkaan Oksigen Kelas 7 - IPA - Mandiri - PG nomer 1-10 - YouTube
Konsentrasioksigen pada nomor 1, 2, dan 3 secara berturut-turut adalah . a. rendah, tinggi, rendah b. tinggi, rendah, tinggi c. rendah, tinggi, tinggi d. rendah
PersentaseGas Oksigen Berturut Turut Pada (I) Dan (II) Adalaha.5,60. Sumber gambar :brainly.co.id. persen turut persentase berturut oksigen. Membuat Magnet Dengan Cara Dialiri Listrik Disebut - Sebutkan Itu. Sumber gambar :sebutkanitu.blogspot.com. menggosok. Pembuatan Magnet Dengan Dialiri Arus Listrik Disebut - Sebutkan Mendetail
Teksvideo. Halo send di soal terdapat 3 macam reaksi pertanyaannya jenis reaksi 1 2 dan 3 secara berturut-turut adalah pada reaksi pertama terdapat suatu hidrokarbon direaksikan dengan oksigen menghasilkan CO2 dan H2O reaksi karbon dengan oksigen adalah reaksi pembakaran atau reaksi oksidasi pada reaksi kedua terdapat suatu alkil Halida direaksikan dengan Koh Reaksi antara asam Halida dengan
Setiapmolekul urea mengandung 1 atom karbon 1 tom oksigen 2 atom nitrogen dan 4 atom hidrogen maka penulisan rumus kimia urea adalah. Rumus besi ii oksida dan tembaga i oksida berturut turut yaitu a. Co 2 nh 2. 8 contoh soal tata nama senyawa kimia beserta jawabannya. Besi sulfida ialah senyawa dengan rumus kimia fes dan sering kali bersifat
Pertanyaan Pada P dan T tertentu, sebanyak 20 ml campuran gas propana (C 3 H 8) dan propena (C 3 H 6) dibakar dengan gas oksigen secukupnya. Jika pada akhir reaksi terdapat gas CO 2 sebanyak 60 ml, pada P dan T yang sama, persentase propana dan propena berturut-turut adalah 20% dan 80%.
Gasnitrogen akan dilepaskan kembali ke atmofer. Proses ini disebut sebagai denitrifikasi. Pada diagram soal, proses ini ditunjukkan oleh nomor IV. Sehingga, proses yang terjadi pada nomor IV dan V adalah proses denitrifikasi dan fiksasi nitrogen. Jadi, jawaban yang tepat adalah A. Semoga membantu yaa~
6enK. Penting bagi Anda untuk mengetahui kadar oksigen normal dalam darah yang harus dijaga. Hal ini karena tanpa kadar oksigen yang cukup, kemampuan organ dan jaringan tubuh untuk menjalankan fungsinya akan terganggu. Pada beberapa penyakit, nilai kadar oksigen dalam darah atau saturasi oksigen dapat digunakan untuk memantau kondisi tubuh. Nilai ini juga digunakan untuk menentukan apakah suatu pengobatan berhasil atau perlu dievaluasi kembali. Kadar Oksigen Normal dalam Darah Besarnya kadar oksigen normal dapat diketahui dalam bentuk yang berbeda-beda, tergantung pada cara pengukurannya. Terdapat 2 cara mengukur saturasi oksigen dalam darah, yaitu dengan analisa gas darah AGD atau dengan alat pulse oximeter. Berikut adalah penjelasannya Analisa gas darah AGD Analisa gas darah merupakan tes darah yang diambil melalui pembuluh darah arteri. Selain mengukur saturasi oksigen SaO2 atau kadar oksigen dalam darah, tes ini juga mengukur tekanan parsial oksigen PaO2, tekanan parsial karbon dioksida PaCO2, kadar bikarbonat HCO3, dan pH darah arteri. Tes analisa gas darah ini sangat akurat. Pengukurannya pun dilakukan di rumah sakit dan harus dikerjakan oleh tenaga medis profesional. Hasil kadar oksigen normal dan abnormal pada tes analisa gas darah adalah sebagai berikut Kadar oksigen tinggi Tekanan parsial oksigen PaO2 di atas 120 mmHg Kadar oksigen normal Saturasi oksigen SaO2 95–100% Tekanan parsial oksigen PaO2 80–100 mmHg Kadar oksigen rendah Saturasi oksigen SaO2 di bawah 95% Tekanan parsial oksigen PaO2 di bawah 80 mmHg Alat pulse oxymeter Pulse oxymeter merupakan alat cek saturasi oksigen yang cukup praktis dan dapat digunakan sendiri di rumah. Alat ini memperkirakan jumlah oksigen di dalam darah dengan cara mengirimkan sinar inframerah ke pembuluh darah kapiler. Kadar oksigen dalam darah ditakar dari banyak cahaya yang dipantulkan dari kapiler. Dibandingkan dengan AGD, alat ini memiliki toleransi kesalahan pengukuran sebesar 2%. Artinya, hasil tes kadar oksigen dalam darah bisa 2% lebih tinggi atau lebih rendah dari tingkat sebenarnya. Meski begitu, pulse oximeter tetap sangat berguna untuk melihat kadar oksigen darah. Alat ini juga sering digunakan di rumah sakit untuk menilai fungsi jantung dan pernapasan pasien secara cepat. Hasil pengukuran pulse oximeter menunjukkan persentase saturasi oksigen SpO2. Hasil kadar oksigen darah normal dan abnormal pada pulse oximeter adalah sebagai berikut Saturasi oksigen normal 95–100% Saturasi oksigen rendah di bawah 95% Interpretasi Kadar Oksigen dalam Darah Orang yang sehat dan tidak memiliki keluhan umumnya akan memiliki kadar oksigen darah yang normal. Dalam kasus lain, seseorang bisa terlihat sehat dan tidak memiliki gejala, tapi memiliki kadar oksigen darah yang rendah. Kondisi ini disebut dengan happy hypoxia dan bisa ditemukan pada penderita COVID-19. Kadar oksigen rendah atau hipoksemia umumnya menimbulkan bermacam-macam gejala, seperti sesak napas, nyeri dada, keringat dingin, batuk-batuk, kebingungan, dan kulit membiru. Selain COVID-19, hipoksemia bisa disebabkan oleh Penyakit paru obstruktif kronis PPOK, termasuk bronkitis kronis dan emfisema Acute respiratory distress syndrome ARDS Asma Pneumothorax Anemia Cacat jantung bawaan Penyakit jantung Emboli paru Sebagian besar penyakit atau kondisi medis di atas dapat menghalangi paru-paru untuk mendapatkan oksigen dan melepaskan karbon dioksida dengan optimal. Sebagian lainnya adalah kelainan darah dan masalah pada sistem peredaran darah yang juga dapat menurunkan distribusi oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi kadar oksigen darah yang terlalu tinggi sebenarnya jarang ditemukan, tapi bisa terjadi. Biasanya, ini dialami orang yang mendapatkan terapi oksigenasi menggunakan tabung oksigen tambahan. Kondisi ini pun hanya bisa dideteksi oleh tes AGD. Untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah, Anda bisa melakukan tes analisa gas darah di rumah sakit. Namun, tes ini tidak bisa dilakukan sembarangan, melainkan harus melalui rekomendasi dokter. Bila ingin lebih praktis, Anda bisa membeli alat pulse oximeter untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah di rumah. Bila Anda mengalami gejala hipoksemia, seperti sesak napas, keringat dingin, dan lemas, atau mendapati kadar oksigen darah yang rendah pada pulse oximeter, segera ke IGD atau dokter terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat.
A. Berilah tanda silang X pada huruf A, B, C, D, atau E di depan jawaban yang tepat! 1. Pada proses besi berkarat, maka …. A. massa besi = massa karat besi B. massa besi > massa karat besi C. massa besi < massa karat besi D. massa besi tetap E. massa besi berubah 2. Perbandingan massa atom-atom dalam senyawa adalah tetap. Pernyataan ini dikemukakan oleh …. A. Lavoisier B. Dalton C. Proust D. Gay-Lussac E. Avogadro 3. Pada percobaan 2 Cs + O2g →2 COg diperoleh data Massa atom C gram Massa atom O gram 6 8 10,5 14 15 20 Perbandingan massa unsur C dan O dalam senyawa CO adalah …. A. 2 3 B. 4 3 C. 3 4 D. 3 2 E. 2 4 4. Jika perbandingan massa hidrogen dan oksigen dalam air adalah 1 8, maka untuk menghasilkan 45 gram air dibutuhkan …. A. 5 gram hidrogen dan 40 gram oksigen B. 40 gram hidrogen dan 5 gram oksigen C. 5 gram hidrogen dan 8 gram oksigen D. 5 gram hidrogen dan 9 gram oksigen E. 45 gram hidrogen dan 5 gram oksigen 5. Dua buah unsur A dan B dapat membentuk dua macam senyawa. Senyawa I mengandung A 25% dan senyawa B mengandung A 50%. Untuk A yang sama perbandingan B pada senyawa I dan II adalah …. A. 1 2 B. 1 3 C. 2 1 D. 3 1 E. 2 3 6. Suatu cuplikan mengandung besi dan belerang diambil dari dua tempat penambangan yang berbeda. Cuplikan I sebanyak 5,5 gram mengandung 3,5 gram besi dan 2 gram belerang. Cuplikan II sebanyak 11 gram mengandung 7 gram besi dan 4 gram belerang. Maka perbandingan besi dan belerang pada cuplikan I dan II adalah …. A. 1 2 B. 2 1 D. 7 4 D. 4 7 E. 2 7 7. Jika 60 mL gas nitrogen direaksikan dengan gas oksigen menghasilkan 60 mL gas dinitrogen trioksida, maka gas oksigen yang diperlukan sebanyak …. A. 30 mL B. 120 mL C. 90 mL D. 150 mL E. 210 mL 8. Pada suhu dan tekanan yang sama perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi akan merupakan perbandingan bilangan yang bulat dan sederhana. Hal ini dikemukakan oleh …. A. Dalton B. Lavoisier C. Avogadro D. Gay-Lussac E. Proust 9. Gas metana 11,2 liter dibakar sempurna menurut reaksi CH4g + O2g → CO2g + H2Og Volume gas CO2 yang terbentuk jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama adalah …. A. 11,2 liter B. 22,4 liter C. 33,6 liter D. 1 liter E. 12,2 liter 10. Dua liter gas nitrogen direaksikan dengan gas hidrogen menghasilkan gas amonia sesuai reaksi N2g + H2g →NH3g Jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka volume gas amonia yang dihasilkan …. A. 1 liter B. 2 liter C. 3 liter D. 4 liter E. 6 liter 11. Bila larutan timbalIInitrat dan kalium yodium dalam tabung Y yang tertutup massanya 50 gram, maka setelah reaksi berlangsung massanya menjadi …. A. lebih dari 50 gram B. sama dengan 50 gram C. kurang dari 50 gram D. tidak sama dengan 50 gram E. tidak dapat ditentukan 12. Bila 6 gram magnesium dibakar di udara terbuka diperoleh 10 gram magnesium oksida, maka oksigen yang diperlukan adalah … gram. A. 16 B. 10 C. 6 D. 4 E. 3 13. Satu gram hidrogen dapat bereaksi dengan 8 gram oksigen, maka air yang terbentuk adalah …. A. 1 gram B. 2 gram C. 8 gram D. 9 gram E. 10 gram 14. Pada pembakaran gas CH4 menurut reaksi CH4g + 2 O2g → CO2g + 2 H2Og. Perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berturut-turut adalah …. A. 1 2 1 1 B. 2 1 2 1 C. 1 2 1 2 D. 1 1 2 2 E. 1 2 2 1 15. Perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap, pernyataan tersebut dikemukakan oleh …. A. Dalton B. Gay-Lussac C. Avogadro D. Proust E. Doberainer 16. Bila dari percobaan diperoleh grafik hubungan massa karbon dan massa oksigen dalam membentuk karbon dioksida adalah sebagai berikut. Maka perbandingan massa karbon dengan massa oksigen adalah …. A. 1 8 B. 8 1 C. 1 2 D. 3 8 E. 8 3 17. Dalam senyawa belerang trioksida perbandingan massa belerang dengan oksigen adalah 2 3. Bila 36 gram belerang direaksikan dengan 48 gram oksigen, maka pernyataan yang benar adalah …. A. kedua pereaksi habis bereaksi B. pada akhir reaksi tersisa oksigen C. belerang trioksida yang terbentuk maksimum 80 gram D. pada akhir reaksi tersisa belerang 5 gram E. pada reaksi tersebut tidak berlaku Hukum Kekekalan Massa 18. Gas oksigen H2 dapat bereaksi dengan gas oksigen O2 menghasilkan uap air H2O, menurut reaksi 2 H2g + O2g → 2 H2Og. Pada tekanan dan suhu yang sama, sejumlah gas hidrogen tepat habis bereaksi dengan gas oksigen menghasilkan 40 liter uap air, maka …. A. gas H2 yang bereaksi adalah 20 liter B. gas H2 yang bereaksi adalah 40 liter C. gas H2 yang bereaksi adalah 60 liter D. gas O2 yang bereaksi adalah 60 liter E. gas O2 yang bereaksi adalah 80 liter 19. Bila dua macam unsur dapat membentuk beberapa senyawa, maka massa unsur-unsur pertama yang bersenyawa dengan massa yang sama dari unsur kedua adalah berbanding sebagai bilangan mudah dan bulat. Pernyataan ini dikemukakan oleh …. A. Proust B. Lavoisier C. Dalton D. Gay-Lussac E. Avogadro 20. Bila gas SO2 direaksikan dengan oksigen terjadi reaksi SO2g + O2g → SO3g. Jika volume gas belerang dioksida yang bereaksi 4 liter, maka …. A. dibutuhkan 1 liter gas oksigen B. dibutuhkan 4 liter gas oksigen C. dibutuhkan 6 liter gas oksigen D. dihasilkan 4 liter gas belerang trioksida E. dihasilkan 2 liter gas belerang trioksida 21. Jika 1 liter gas A2 bereaksi dengan 2 liter gas B2, dihasilkan 2 liter gas, maka rumus kimia gas hasil adalah …. A. AB2 B. AB C. A2B D. A2B3 E. A3B2 22. Berikut ini pernyataan yang sesuai dengan bunyi hukum Avogadro adalah …. A. pada tekanan yang sama, semua gas yang volumenya sama mengandung jumlah ion yang sama B. pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas yang volumenya sama mengandung jumlah unsur yang sama C. pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas yang volumenya sama mengandung jumlah molekul yang tidak sama D. pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas yang volumenya sama mengandung jumlah molekul yang sama E. pada suhu dan tekanan yang tidak sama, semua gas yang volumenya sama mengandung molekul yang sama 23. Hukum Proust disebut juga …. A. Hukum Perbandingan Volume B. Hukum Perbandingan Berganda C. Hukum Kekekalan Massa D. Hukum Perbandingan Tetap E. Hukum Kekekalan Energi 24. Pada suhu dan tekanan tertentu terjadi reaksi dengan persamaan reaksi 2 H2Sg + 3 O2g →2 H2Og + 2 SO2g. Perbandingan jumlah H2S O2 H2O SO2 = 2 3 2 2 merupakan perbandingan …. A. massa dan volume B. massa dan molekul C. atom dan molekul D. atom dan volume E. volume dan molekul 25. Perbandingan massa kalsium dan massa oksigen membentuk kalsium oksida adalah 5 2. Jika 20 gram kalsium direaksikan dengan 10 gram oksigen, maka massa kalsium oksida yang terbentuk adalah …. A. 10 gram B. 20 gram C. 28 gram D. 30 gram E. 36 gram B. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan singkat dan tepat! 1. a. Mengapa Hukum Kekekalan Massa seolah-olah tidak berlaku pada peristiwa pembakaran kayu? b. Pada pembakaran magnesium di udara dihasilkan abu yang berwarna putih. Bagaimana massa abu yang dihasilkan setelah pembakaran dibandingkan dengan massa magnesium? 2. Sepuluh gram tembaga dengan empat gram belerang membentuk tembagaIIsulfida. Perbandingan massa tembaga dan belerang dalam senyawa itu adalah 2 1. Berapa gram tembagaIIsulfida yang terbentuk? 3. Diketahui grafik hubungan massa Fe dan S sebagai berikut! Berdasarkan grafik tersebut, hitunglah a. massa Fe yang dibutuhkan apabila massa S belerang yang direaksikan 2 gram; b. massa FeS yang terbentuk bila 7 gram Fe direaksikan dengan 7 gram S! 4. Gas propana C8H8 terbakar menurut persamaan C3H8g + 5 O2g →3 CO2g + 4 H2Og. Bila 10 liter gas propana dibakar dengan 60 liter gas O2, tentukan volume gas sesudah reaksi! 5. Untuk membakar 11,2 liter gas hidrokarbon tepat diperlukan 20 liter gas oksigen dan dihasilkan 22,4 liter gas CO2. Apabila semua gas diukur pada suhu dan tekanan sama, bagaimana rumus molekul gas hidrokarbon tersebut? Kunci Jawaban pembahasan Soal dan Jawaban Hukum Dasar Kimia A. 2. c; 4. a; 6. a; 8. d; 10. d; 12. b; 14. c; 16. d; 18. b; 20. d; 22. a; 24. e B. 1. a. Karena massa abu < massa kayu, tapi sebenarnya hukum Lavoisier ber-laku. m kayu + m oksigen = m abu + m CO2+ m H2O b. m abu < m Mg, tetapi hukum Lavoisier berlaku pada pembakaran Mg. m Mg + m O2 = m MgO 3. a. Fe S = 7 4 Fe = 7/4 x2 g = 3,5g b. massa FeS = 11 gram 5. CxHy + x + y/4O2 → xCO2 + y/z H2O 11,2 20 22,4 Perb vol CxHy CO2 = 11,2 22,4 = ½ Perb koef CxHy CO2 = 12 CxHy + aO2 → 2CO2 + bH2O Atom C → x = 2 O → x + y/4 = 20 2 + y/4 = 20 y / 4 = 18 y = 72
Pada postingan terakhir saya, sudah dijelaskan bagaimana mendapatkan nilai udara teoritis pada pembakaran di boiler, mulai dari bagaimana mengetahui udara stoikiometrik, AFR actual hingga oxygen total yang dibutuhkan batubara hingga dapat terbakar sempurna. Kali ini, kita akan membahas berapakah oxygen content pada flue gas dari total udara teoritis yang kita dapatkan pada postingan sebelumnya Mengetahui nilai Udara Stoikiometrik, Air Fuel Ratio AFR untuk menentukan udara teoritis pembakaran batubara LinkedIn agar dapat diketahui apakah parameter oxygen content pada flue gas sudah sesuai dengan pola operasi optimum atau justru nilai oxygen content diluar dari range aman pengoperasian content sendirinya adalah merupakan presentase kandungan oksigen dalam flue gas dari total product senyawa hasil pembakaran batubara. Kita bisa lihat kembali ultimate analysis data untuk mengetahui presentase nilai volatile dan carbon yang terkandung dalam batubara sehingga didapat product tiap senyawa hydrocarbon, maka dengan berbekal itu kita dapat mengetahui kadar kandungan oksigen pada flue gas dengan mengacu pada perhitungan udara teoritis pembakaran. Adapun oxygen content mempunyai 2 jenis kondisi yaitu ;Kandungan presentase volume oksigen basah, dimana kandungan H2O secara volumetric menjadi menjadi acuan nilai pengurang presentase O2 content pada flue gasKandungan presentase volume oksigen kering, dimana kandungan H2O secara volumetric pada flue gas diabaikan. Biasanya sensing O2 content yang terinstall merupakan sensor monitoring dry volume keadaan kering yang artinya bahwa kandungan air atau tingkat kelembaban pada flue gas tidak mempengaruhi nilai O2 content secara massiveBeberapa powerplant memiliki parameter pengukuran oksigen content pada 2 titik jalur flue gas, tentunya ini sangat membantu operator membandingkan nilai oxygen content actual pada flue gas apabila salah satu sensing mengindikasikan error atau justru mengindikasikan case lain yang terjadi secara realtime. Presentase normal oxygen content pada flue gas sendiri adalah berkisar 2-6% bergantung pada hasil uji commissioning maupun performance test rutin yang sebab itu operator diwajibkan memonitoring nilai Oxygen content agar tetap pada range aman operasi, karena biasanya presentase excess air dalam pembakaran tidak diketahui didalam system kontrol, sehingga apabila tidak dapat dikendalikan maka akan terjadi ketidaksinambungan pembakaran yang berpotensi mengurangi keandalan dan efisiensi pembangkit. Beberapa permasalahan yang muncul akibat presentase oksigen content yang terlalu rendah dibawah range aman operasi adalah sebagai berikutKenaikan kadar CO pada bottom ash yang disebabkan oleh minimnya udara pembakaran Penurunan nilai CO2 pada flue gas, dimana CO2 merupakan indicator utama karbon terbakar secara sempurnaPenurunan main steam pressure dan main steam temperature akibat pembakaran carbon yang tidak sempurna yang kemudian berdampak pada penurunan temperature furnace pembakaranFrekuensi drain slugging bottom ash meningkat, disebabkan oleh kenaikan pressure windbox yang mengindikasikan batubara tidak terbakar sempurna. Hal ini terjadi karena laju perambatan panas < laju aliran bahan bakar batubara yang kemudian akan meningkatkan losses unburn carbon yang diikuti heat losses pada proses drain bottom ashSedangkan apabila presentase oksigen content terlalu tinggi diluar Batasan operasi maka akan berdampak sebagai berikut Kenaikan nilai CO pada flue gas, yang disebabkan residence time carbon yang singkat Kenaikan FGET Flue Gas Exit TemperaturePressure windbox mengalami kecenderungan penurunan nilai yang disebabkan material halus fine carbon, fine sand yang ikut terangkat dan lolos melewati centrifugal separator cyclone Berikut grafik hubungan antara excess air /fuel terhadap perubahan nilai CO dan CO2 pada flue gasDiliat dari grafik diatas, disimpulkan bahwa efisiensi optimum pembakaran terjadi pada udara berlebih excess air, tentunya presentase ini disesuaikan dengan kandungan batubara dari hasil uji ultimate analysis sehingga dapat ditentukan presentase mengetahui nilai presentase oxygen content atau kandungan oksigen dalam flue gas melalui perhitungan udara teoritis mempunyai beberapa tahapan penyelesaian. Untuk memudahkan, kita dapat memakai nilai perhitungan udara teoritis pada postingan sebelumnya. Berikut nilai yang didapat pada postingan sebelumnya AFR actual = kgair/kgcoal setelah dikoreksi dari nilai awal kgair/kgcoal hahaha… Oxygen in Air atau kandungan oksigen dalam udara = kgO2/kgairSehingga Actual Oxygen supplied adalah Actual Oxygen Supplied AFR actual x Oxygen In Air= kgair/kgcoal x kgO2/kgair= kgO2/kgcoalJadi suplai actual oksigen dalam perhitungan udara teoritis adalah sebesar kgO2/kgcoal. Dengan nilai ini kita dapat menentukan suplai actual nitrogen dalam perhitungan udara teoritis dengan formula sebagai berikut Actual Nitrogen Supplied AFR actual - Actual Oxygen Supplied= kgair/kgcoal - kgO2/kgcoal= kgN2/kgcoalDengan perhitungan diatas kita mengetahui bahwa komposisi udara suplai actual yang dibutuhkan adalah dan $.56kgN2/kgcoalSelanjutnya, kita tentukan komposisi nilai dari product pembakaran dari masing-masing senyawa yang terkandung dalam batubara yaitu CO2,SO2, dan H2O dan tentunya product-product senyawa tersebut disesuaikan dengan data ultimate analysis pada postingan sebelumnya. Berikut formulasi perhitungan untuk mengetahui nilai product requiredProduct required kg/kgcoal= Kandungan senyawa % x totalmol Wt required/ mol senyawa , Contoh product CO2 = %C x 44kg/12kg= x 44kg/12kg= kgCO2/kgcoalPerhitungan diatas, berlaku terhadap seluruh product pembakaran dari senyawa lain lihat postingan sebelumnyaBerikut formulasi untuk mengetahui nilai oksigen pada flue gas adalah Product O2 kgO2/kgcoal = Actual Oxygen Supplied – oxygen required for a kilo coal= kgO2/kgcoal - kgO2/kg coal= kgO2/kgcoalSedangkan formulasi untuk mencari nilai product N2 pada flue gas, dapat menggunakan rumus sebagai berikut = Actual Nitrogen Supplied + %N2 lihat coal ultimate analysis= + kgN2/kgcoalKemudian jika seluruh nilai-nilai diatas telah diketahui, maka kita dapat menghitung nilai presentase volume product yang ada di flue gas baik dengan kondisi kering maupun dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Berikut formula untuk mengetahui nilai %volume dry condition adalah %volume dry condition kgmol/kgcoal/total dry condition x 100Noted formulasi perhitungan % volume wet condition serupa, dengan penyesuaian perbandingan menggunakan “summation with H2OBerikut tabel pembenaran composition of flue gas DARI SEMUA PERHITUNGAN DIATASJadi presentase nilai O2 content atau kandungan oksigen pada flue gas adalah sebesar dengan presentase excess air yang diketahui sebelumnya sebesar 20%. Dimana presentase kandungan oksigen ini merupakan kombinasi dari presentase product senyawa-senyawa lain dalam flue gasDemikianlah tahapan-tahapan penyelesaian untuk mendapatkan nilai kandungan oksigen atau Oxygen content pada flue gas dengan mengacu kepada perhitungan udara teoritis, Semoga bermanfaat dan dapat diaplikasikan sebagai bahan pembelajaran. Apabila ada koreksi dan pertanyaan bisa disampaikan lewat kolom komentar. Terimakasih
persentase gas oksigen berturut turut pada i dan ii adalah